sejak membaca status seorang teman di facebook yang membicarakan tentang rumah barunya aku jadi berpikir tentang rumah impianku. pembicaraan tentang rumah memang pernah ada sebelum kami menikah, tapi belum ada pemikiran lebih lanjut.
hingga aku pun memberanikan diri untuk bercerita pada suami tentang keinginanku memiliki rumah sendiri, yang aku sampaikan secara eksplisit
suami pernah bilang bahwa dia memiliki jatah sebidang tanah yang kelak bisa kami bangun rumah diatasnya
menurut suami, membangun sebuah rumah menghabiskan biaya yang lebih banyak dibandingkan dengan membelinya lewat KPR. hanya saja kalau membangun rumah sendiri kita bisa mendesain rumah seperti yang kita mau. perlu menabung lama nih pikirku. untuk mengambil KPR suami tidak mau. dia paling tidak suka memiliki hutang
sempat agak kecewa dengan penjelasan suami, tapi aku tak mau memaksakan kehendak. dan aku pun lebih memilih melihat desain rumah, interior dan pernak perniknya di internet
mungkin suatu saat nanti akan ada cara untuk mewujudkan rumah impian ku (dan suami)
Friday, March 22, 2013
Wednesday, March 20, 2013
pintamu
entah kapan tepatnya, mas (panggilan ku pada suami) mengatakan, "Dik, bantu aku dengan istighfar dan sedekah. Agar hidup kita dimudahkan oleh Allah."
insyaAllah dua hal itu akan selalu aku ingat
insyaAllah dua hal itu akan selalu aku ingat
Thursday, March 14, 2013
a wife
hampir 4 bulan ini aku menyandang status baru sebagai seorang istri
banyak hal baru yang aku alami
banyak kebiasaan baru yang aku lakukan
tak ada rasa kaget
hanya terkadang rasa tak percaya masih saja terbersit
it's like dreams come true
my biggest dream
aku yang dulu tertutup kini sedikit demi sedikit mulai berubah
kami sepakat untuk saling terbuka satu sama lain
meski melakukannya tak semudah yang dibayangkan
masih saja ada rasa yang aku pendam sendiri
suami adalah orang yang memiliki banyak amanah dalam pekerjaannya
banyak tugas tambahan di luar tugas pokoknya yang sudah cukup menyita waktu dan pikiran
bekerja di malam hari dan di hari libur sudah menjadi resiko
dia tak bisa menolak aku pun tak bisa menahannya
"aku akan menikah dengan orang yang super sibuk. jadi harus siap." itu yang sudah aku tanamkan dalam pikiran sejak sebelum menikah
tak mudah....
jengkel, sebel, sedih,
tiap suami berpamitan
kali yang terakhir air mata ini tak bisa terbendung
aku menangis saat suami pergi
"ya Allah....kenapa harus selalu suami ku? kapan dia akan memiliki waktu untuk dirinya sendiri?"
aku hanya bisa menangis sendiri di kamar sampai tertidur karena lelah
hal-hal seperti ini yang tak bisa aku ceritakan ke suami
dia sudah cukup lelah dengan pekerjaannya, dan aku tak mau menambah beban pikirannya
hingga kemarin malam kami melakukan obrolan kecil
suami berkata bahwa saat dia pergi untuk melakukan pekerjaan tambahan ada rasa ingin menangis karena meninggalkanku
tapi karena dia tak bisa menangis maka tak ada air mata yang mengalir
saat mengatakan itu mata terlihat memerah
sesak rasanya dada ini
dia pun mengatakan bahwa dia merasa tak bisa membahagiakan istri,
tak bisa memberikan contoh yang baik
aku jadi bingung sendiri harus berkata apa
hanya kalimat sekedarnya, bahwa apa yang dia ucapkan itu tidak benar
dan sebuah kecupan di pipi
aku menjadi merasa bersalah
aku masih belum bisa menjadi istri yang baik,
belum bisa menjadi istri sholehah seperti yang kau harapkan
mas, aku mencintai dan menyayangimu
kemarin, hari ini dan seterusnya
Irasshaimase
welcome to my new 'home'
selamat datang di rumah baru, dengan 'dekorasi' dan 'interior' yang berbeda
kenapa katarsis?
sesuai dengan maknanya, rumah baru ini akan diisi dengan 'interior' curahan perasaan, cerita, dan mimpi seorang wanita yang kini telah menjadi istri
irassaimase!
Subscribe to:
Posts (Atom)




