Thursday, March 14, 2013

a wife



hampir 4 bulan ini aku menyandang status baru sebagai seorang istri
banyak hal baru yang aku alami
banyak kebiasaan baru yang aku lakukan
tak ada rasa kaget
hanya terkadang rasa tak percaya masih saja terbersit
it's like dreams come true
my biggest dream

aku yang dulu tertutup kini sedikit demi sedikit mulai berubah
kami sepakat untuk saling terbuka satu sama lain
meski melakukannya tak semudah yang dibayangkan
masih saja ada rasa yang aku pendam sendiri

suami adalah orang yang memiliki banyak amanah dalam pekerjaannya
banyak tugas tambahan di luar tugas pokoknya yang sudah cukup menyita waktu dan pikiran
bekerja di malam hari dan di hari libur sudah menjadi resiko
dia tak bisa menolak aku pun tak bisa menahannya
"aku akan menikah dengan orang yang super sibuk. jadi harus siap." itu yang sudah aku tanamkan dalam pikiran sejak sebelum menikah
tak mudah....
jengkel, sebel, sedih,
tiap suami berpamitan
kali yang terakhir air mata ini tak bisa terbendung
aku menangis saat suami pergi
"ya Allah....kenapa harus selalu suami ku? kapan dia akan memiliki waktu untuk dirinya sendiri?"
aku hanya bisa menangis sendiri di kamar sampai tertidur karena lelah

hal-hal seperti ini yang tak bisa aku ceritakan ke suami
dia sudah cukup lelah dengan pekerjaannya, dan aku tak mau menambah beban pikirannya
hingga kemarin malam kami melakukan obrolan kecil
suami berkata bahwa saat dia pergi untuk melakukan pekerjaan tambahan ada rasa ingin menangis karena meninggalkanku
tapi karena dia tak bisa menangis maka tak ada air mata yang mengalir
saat mengatakan itu mata terlihat memerah
sesak rasanya dada ini
dia pun mengatakan bahwa dia merasa tak bisa membahagiakan istri,
tak bisa memberikan contoh yang baik
aku jadi bingung sendiri harus berkata apa
hanya kalimat sekedarnya, bahwa apa yang dia ucapkan itu tidak benar
dan sebuah kecupan di pipi

aku menjadi merasa bersalah
aku masih belum bisa menjadi istri yang baik,
belum bisa menjadi istri sholehah seperti yang kau harapkan

mas, aku mencintai dan menyayangimu
kemarin, hari ini dan seterusnya



0 comments:

Post a Comment